Mark Zuckerberg, Miliarder Muda tapi ‘Miskin’ Sedunia


Mark Zuckerberg (foto: digitaltrends.com)

Mark Zuckerberg (foto: digitaltrends.com)

 

NAMA Mark Zuckerberg kembali melambung setelah Facebook resmi mengakuisisi perusahaan layanan pesan WhatsApp dengan nilai mencengangkan, Rp223 triliun. Pendiri Facebook ini semakin menggila saja di dunia jagat maya.


Bukan hanya ide-idenya yang cemerlang, Mark juga tercatat sebagai orang terkaya 20 besar di Amerika Serikat, atau nomor dua sebagai miliarder di usia muda dengan kekayaan mencapai USD 19 miliar  atau sekira Rp210 triliun lebih. (dikutip dari majalah Forbes).

Tentu saja apa yang di dapat Mark sekarang ini buah dari kerja kerasnya semasa kuliah  di Harvard University. Waktu mendirikan Facebook pada 2004,  Mark dibantu Dustin Moskovitz, teman sekamarnya di apartemen yang disewanya.

Mark bukanlah keluarga kaya, masa sekolah dulu Mark dikenal sebagai siswa nakal, namun penuh kreativitas. Bahkan, pada satu waktu Mark pernah dihukum petinggi kampus lantaran membuat situs yang menampilkan fisik seorang wanita.

Karena keahlian dan kecerdasannya di bidang teknologi komputer yang dikenal dan dipelajarinya sejak di sekolah pertama, orangtua memberikan dukungan meski anaknya harus drop out dari kuliah ternama di Negeri Paman Sam itu.

Namun pria kelahiran Dobbs Ferry, New York, 14 Mei 1984 ini membuktikan bisa sukses meski tanpa gelar sarjana. Facebook membawa Mark menjadi seperti sekarang ini. Pada September 2013, jejaring sosial raksasa ini tumbuh besar dengan 1,19 miliar akun pengguna aktif. Dari angka tersebut, 874 juta pengguna di antaranya mengakses Facebook dari perangkat mobile.

Hidup Sederhana
Meski sangat kaya raya, teman-temannya justru menganggap Mark adalah pria termiskin di dunia. Hidupnya yang penuh kesederhanaan membuat Mark harus menggelar pesta pernikahan tanpa pesta porah. Gadis asal China bernama Priscilla Chan (calon dokter) yang dinikahinya hanya dirayakan di halaman belakang rumahnya, dengan tamu undangan tak lebih dari 100 orang.

Sikap kesederhanaan Mark juga ditunjukan di kesehari-hariannya, dalam setiap acara-acara formil tidak pernah terlihat dia mengenakan pakaian resmi. Padahal, dia sangat mampu untuk membeli satu setel jas lengkap dengan dasi, celana bahan dan sepatu pantofel misalnya.

Sebaliknya, ia justru akrab dengan kaos oblong, celana jeans, dan sepatu kets-nya. Malahan sebelum menikah, kemana-mana Mark hanya bergantung pada transportasi umum.

Bertahun-tahun tinggal bersama temannya di apartemen, hanya ada kasur sebagai alas tidur yang diletakkan di lantai. Tidak banyak perlengkapan mewah, hanya beberapa perangkat komputer dan laptop sebagai teman hidupnya sehari-hari.

Sehingga, ketika temannya berkunjung, dia pun kaget orang dengan penghasilan triliun rupiah tetapi kok barang-barangnya kosong. Dari kesederhanaanya itulah, membuat sejumlah rekan menjulukinya sebagai ‘orang kaya yang paling miskin sedunia’.

Bahkan, satu-satunya belanja termahal yang pernah dilakukan adalah membeli sebuah rumah di Palo Alto California yang harganya mencapai USD7 juta. Rumah dengan lima kamar tidur, sebuah ruang makan dan ruangan kecil untuk bermusik dan dilengkapi kolam renang dan paviliun luar ini yang kemudian ditempatinya bersama Priscilla. (Rumah itu dibeli setelah menikah).

Mobilnya Rp300 Juta
Dalam memilih kendaraan, pastinya semua orang mengira dengan harta kekayaan yang berlimpah itu, Mark jatuh pada mobil-mobil mewah harga di atas Rp1 miliar. Tetapi, faktanya, Mark justru membeli mobil yang harganya Rp300 juta, dengan merek Honda Honda Fit (Jazz di Indonesia).

Kini bos Facebook itu memiliki tiga mobil. Tetapi tetap saja mobil yang dibeli harganya tidak lebih dari Rp 500 juta, yakni Honda Acura TSX dan Volswagen Golf GTI. Ketiga mobil tersebut, di Jakarta jumlahnya banyak sekali. Jika dibandingkan dengan kekayaannya Mark seperti membeli mobil-mobil murah.

Bahkan kesahriannya, entah akan ke kantor, liburan dengan istri tercinta atau hanya sekedar berbelanja, pria yang merupakan otak dari suksesnya Facebook ini memilih menyetir sendiri tanpa menggunakan jasa sopir.

Itulah Mark Zuckerberg yang terlahir sebagai Yahudi, kini sukses dengan Facebook-nya yang pernah ditawar oleh perusahaan besar yang akan membeli Facebook, tetapi ditolak. Karena bagi Mark, ini bukan soal uang. Mark dan rekannya berpendapat bahwa hal yang paling penting adalah bagaimana menciptakan aliran informasi yang terbuka untuk orang-orang di seluruh dunia.

Dalam hidup, pria bernama lengkap Mark Elliot Zuckerberg berprinsip bahwa uang sebanyak apapun tak selamanya bisa mengubah kepribadian. Tak selamanya uang berlimpah menjadi petaka. Kesetiaan dan kesederhanaan, jauh lebih penting dibanding uang. (Dari berbagai sumber)

Sumber: tekno.okezone.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s