Hingga 21 Maret 2014, Siang Bakal Lebih Lama daripada Malam


Di jejaring sosial Twitter hari ini, ramai dibicarakan bahwa hingga pukul 18.30, langit di Jabodetabek, Semarang, dan Yogyakarta masih terang.

jakarta,sore hari,gedung menjulangBelantara gedung menjulang di Jakarta, Kamis (9/1) pukul enam sore. Sejak 22 Desember 2013 hingga 21 Maret 2014, siang di Indonesia akan lebih lama daripada malam (Yunaidi).

Jangan kaget bila antara Januari hingga 21 Maret 2014 Anda akan menjumpai langit yang masih terang benderang walaupun waktu sudah lewat Magrib.

Profesor riset astrofisika dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional, Thomas Djamaluddin, mengungkapkan bahwa fenomena itu terkait dengan posisi Matahari.

Matahari mengalami gerak semu tahunan. Pada 22 Desember 2013 lalu, Matahari tepat berada di 23,5 derajat Lintang Selatan.

Seiring waktu, Matahari bergerak ke utara. Pada 21 Maret 2014 nanti, Matahari akan tepat berada di khatulistiwa.

Salah satu konsekuensi dari pergerakan semu tahunan itu, kata Thomas, adalah perbedaan durasi waktu antara siang dan malam, walau tidak ekstrem.

gereja katedral jakarta
Gereja Katedral Jakarta yang diresmikan tahun 1901 beraksitektur neo-gotik difoto pada Kamis (9/1) pukul setengah enam sore.

 

 

Hingga beberapa waktu ke depan, siang di Indonesia akan lebih lama daripada malam. Maghrib masih terang sementara waktu Subuh beberapa menit lebih awal.

“Ini akan berlangsung sampai 21 Maret mendatang, saat Matahari melintasi ekuator,” kata Thomas , Kamis (9/1).

“Tentu saja, semakin mendekati 21 Maret nanti, perbedaan durasi waktu siang dan malam semakin singkat,” imbuhnya.

Salah satu wujud dari fenomena perbedaan durasi waktu siang dan malam akibat posisi Matahari itu bisa disaksikan hari ini.

Di jejaring sosial Twitter hari ini, ramai dibicarakan bahwa hingga pukul 18.30, langit di Jabodetabek, Semarang, Yogyakarta, dan beberapa kota lainnya masih terang.

Beberapa pengguna Twitter membuat guyonan akan fenomena itu dengan mengatakan bahwa “Matahari sedang lembur.” Sementara itu, ada juga yang mengaitkan fenomena sore hari ini dengan badai Matahari yang meletup Rabu (8/1) dini hari kemarin.

Thomas mengungkapkan, fenomena hari ini adalah fenomena biasa, bukan pertanda apa-apa, dan tidak berkaitan dengan badai Matahari.

(Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com)

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s