6 Langkah Atur Gaji


6 Langkah Atur Gaji
Strategi agar cepat kaya, nih!
Gaji setiap bulan selalu habis tanpa jejak. Terkadang malah defisit sehingga membuat kita terpaksa membobol tabungan. Belum lagi, tagihan kartu kredit yang masih bengkak. Kalau begini terus, kapan bisa kaya? Eits, asalkan tahu strategi mengatur gaji yang tepat, keuangan kita bakal aman terkendali. Simak, nih, triknya…

Langkah 1: Punya Tujuan
Kita perlu tahu tujuan menabung atau berinvestasi, misalnya membeli rumah, menikah, atau traveling keliling dunia. Dengan begitu, kita bisa memperkirakan jumlah yang ingin diraih dan jangka waktu yang diperlukan. Misalnya, nih, kita ingin membeli rumah lima tahun lagi sehingga harus memperkirakan harga rumah di masa depan dan jumlah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah 2: Patuh pada Anggaran
Biasakan membuat anggaran yang jelas dari penghasilan Anda dan disiplin terhadap mematuhinya. Agar lebih teratur, kita bisa membuatnya dalam bentuk tertulis. Idealnya, dari 100% penghasilan, kita membaginya menjadi:

– 30% untuk membayar utang
– 10% untuk tabungan
– 40% untuk kebutuhan sehari-hari
– 20% untuk biaya entertainment

Langkah 3: Membayar Utang
Hitung semua tagihan, waktu jatuh tempo, serta risiko (misal adanya bunga) agar tahu prioritas pelunasan. Kalau jumlah utang sangat besar—bahkan nyaris menyamai gaji—kita bisa menjual aset untuk membayarnya. Jika nggak punya aset produktif untuk dijual, coba cara sederhana seperti garage sale.

Langkah 4: Tabungan & Investasi
Sebelum seluruh gaji habis terpakai, sisihkan terlebih dahulu untuk ditabung—minimal 10% gaji. Jumlah tersebut sebaiknya ditambah jika ada sisa dari pos utang, entertaiment, atau bonus tahunan. Kita juga bisa mencoba berinvestasi, seperti ikut reksa dana atau membeli emas.

Langkah 5: Siapkan Dana Darurat
Untuk cewek single, besarnya dana darurat minimal empat kali pengeluaran bulanan. Misalnya, jika gaji kita Rp 3 juta dan pengeluaran Rp 2,5 setiap bulan, dana darurat yang harus dimiliki adalah Rp 10 juta. Sumbernya berasal dari sisa gaji atau pendapatan lain, misalnya bonus.

Dana darurat hanya boleh digunakan untuk keadaan yang benar-benar darurat, misalnya terkena musibah atau biaya hidup ketika tiba-tiba di-PHK. Pastikan juga meletakkannya di tempat yang mudah diakses dan nggak merepotkan ketika ingin mengambilnya.

Langkah 6: Asuransi Kesehatan
Agar nggak terlalu pusing memikirkan biaya rumah sakit, sebaiknya kita memiliki asuransi kesehatan. Jika perusahaan sudah menyediakan, kita nggak perlu lagi membuatnya. Tetap memanfaatkan yang sudah tersedia dan gratis, dong, hehehe… (FAI/FOTOSEARCH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s