Sosok di Balik Simbol Kartu Raja


Usut punya usut ternyata empat simbol raja pada kartu remi melambangkan empat raja yang terkenal di zamannya masing-masing.

*Tepatnya, raja-raja di negeri-negeri Barat sebelum masehi dan awal-awal masehi.
Kenapa raja-raja dari Barat yang dipilih ya?
Mungkin saja pencetus kartu remi berasal dari Barat juga.
Lalu kenapa dipilih raja-raja yang hidup di zaman kuno?
Mungkin kartu remi memang sudah diciptakan semenjak zaman itu. Atau mungkin hanya untuk menambah kesan klasik dari permainan kartu itu sendiri.
Aduuhh, ketimbang bingung-bingung mikirinnya, langsung aja, berikut cuplikan mengenai keempat raja yang disimbolkan dalam kartu remi tersebut. Diurutkan berdasar tahun kelahirannya:
A. King Sekop – Raja DaudKartu berlambang sekop yang di dalamnya digambarkan sesosok raja yang menggenggam pedang putih melambangkan Raja Daud/David Rex, seorang raja kedua sekaligus terbesar dari bangsa Israel. Raja Daud yang hidup sekitar tahun 1010 sampai 970 SM telah mempersatukan Israel dan Yehuda. Dia mendirikan suatu kerajaan yang kuat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.Daud menghabiskan masa mudanya dengan menggembalakan domba, ia kemudian masuk ke istana Raja Saul sebagai pemetik harpa. Semenjak masih muda, ia telah menyertai tentara Bani Israil di bawah pimpinan Thalut melawan pasukan bangsa Palestina/Filistin yang dipimpin Jalut (Goliath). Daudlah yang berhasil membunuh Jalut sehingga dipuji sebagai pahlawan perang. Setelah Raja Thalut meninggal, Daud menggantikannya sebagai raja.Dalam tradisi keagamaan Israel, sang raja menjadi perantara Ilahi dan umat-Nya, yang disebut sebagai nabi dan rasul-Nya. Maka dipercaya bahwa kepadanyalah kitab Zabur diturunkan. Daud pula lah yang memulai pembangunan Bait Suci yang kemudian diselesaikan oleh anaknya, Sulaiman/Salomo. Ketika wafat, kerajaannya terbentang dari Sungai Eufrat di bagian timur laut sampai ke Teluk Aqaba di bagian tenggara. Sesudah kematiannya, Daud digantikan oleh putranya, Sulaiman/Salomo.

B. King Keriting – Alexander the Great

Alexander the Great atau Iskandar Agung dilambangkan sebagai seorang raja berambut ikal yang dengan gagahnya memegang sebilah pedang. Itu tergambarkan dalam kartu remi king keriting. Alexander the Great sebenarnya adalah penakluk terbesar di dunia pada zaman dahulu (Sebelum Masehi). Dilahirkan pada 356 SM di Pella, Makedonia. Ia putra dari Raja Philip II dan Olympias. Alexander kecil adalah murid dari filosof ternama, Aristoteles.

Pada masa kekuasaannya, Alexander the Great memerintah atas suatu kekaisaran yang sangat luas, yang menancapkan kekuasaannya di Eropa maupun Asia. Ia pun berhasil menyebarkan kebudayaan dan bahasa Yunani ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 333 SM, Alexander melakukan pertempuran yang hebat melawan Darius III, raja Persia, di Issus (sekarang Turki). Alexander menggunakan pergerakan pasukannya untuk mengacau dan mengalahkan tentara Persia yang jauh lebih besar.

Alexander kemudian bergerak ke Mesir di mana rakyat menyambutnya tanpa perlawanan dan imam-imam agung mengangkatnya sebagai dewa. Alexander menghabiskan beberapa tahun berikutnya dengan memperluas kebudayaan Yunani ke seluruh kekaisarannya yang sedang bertumbuh dan memadukan bangsa Yunani, Persia, Makedonia ke dalam satu kelompok etnis. Alexander pun meninggal di tahun 323 SM pada perjalanan pulang setelah pertempurannya melawan pasukan India di Sungai Indus. Dia dikuburkan di Alexandria, Mesir, sebuah kota yang telah didirikannya.

C. King Wajik – Julius Caesar

Raja dalam kartu king wajik adalah satu-satunya raja yang tergambar menghadap ke samping dan bersenjatakan kapak merah. Dialah yang dilambangkan sebagai Julius Caesar. Raja dari Kekaisaran Romawi yang sangat terkenal itu adalah pemimpin militer yang brilian dan penguasa tunggal yang pertama dari kekaisarannya. Gaius Julius Caesar (110-44 SM) dilahirkan dari sebuah keluarga bangsawan. Dia memperoleh pendidikan baik dan sebagai anak muda, dia sudah menceburkan diri ke dunia politik.

Julius Caesar adalah salah seorang dari tokoh politik yang punya daya kharisma dalam sejarah, melekat dalam dirinya pelbagai rupa bakat. Dia menjadi Pontifex Maximus (imam agung) pada 63 SM. Bersama Pompey (menantunya) dan Crassus (pejabat keuangan), dia membentuk suatu kekuasaan yang terdiri atas tiga orang (triumvirate) untuk pertama kali. Pada 59 SM, Caesar menjadi gubernur dari Gaul bagian selatan (sekarang Prancis) dan segera merencanakan penaklukan militer untuk meluaskan kejayaan Roma. Dia pun menulis sebuah buku bertajuk De Bello Gallico yang melukiskan ikhwal penaklukan Gaul. Buku itu telah lama dianggap sebagai karya kesusastraan klasik. Sejarah pun mencatat Caesar sebagai seorang Don Yuan. Petualangan asmaranya yang paling terkenal dan menggemparkan yakni roman cintanya dengan Cleopatra.

Namun di tengah segala pencapaiannya, Caesar dinilai terlalu memamerkan kekuasaannya dan dianggap ingin menjadi raja dengan mengabaikan tradisi umum rakyat Roma. Hal itu dinilai terkutuk. Hingga seorang politisi bernama Cassius bersekongkol dengan bekas rekannya dan sahabat Caesar, Marcus Brutus untuk membunuh sang pemimpin. Ketika Caesar memasuki gedung Senat Roma pada tanggal 15 maret tahun 44 SM, ia ditusuk sampai mati.

D. King Hati – Charlemagne

Raja terkhir yang disimbolkan dalam kartu remi adalah Charlemagne (Raja Prancis). King hati ini terbilang unik, karena raja yang tergambar merupakan satu-satunya raja yang menghunuskan pedang ke kepalanya sendiri. Charlemagne (Charles yang Agung) merupakan pendiri Kekaisaran Romawi Suci, seorang penguasa terbesar Eropa pada abad pertengahan. Charlemagne lahir pada tahun 742 dekat kota Aachen yang akirnya menjadi ibu kota. Ayahnya bernama Pepin si Cebol.

Dari tahun 770-an sampai 790-an Charlemagne melakukan banyak pertempuran melawan banyak musuh dan berhasil memperluas kerajaan sampai mencakup seluruh daratan Eropa, kecuali Spanyol, Skandinavia, Italia selatan, dan pinggiran Slavia di Timur. Pada akhir abad kedelapan Charlemagne telah mendirikan sebuah istana kerajaan di Aachen dan menjadi sangat makmur. Pada tahun 800 ia dimahkotai sebagai Kaisar Romawi oleh Paus Leo III.

Meskipun kasar dan keras, Charlemagne adalah tokoh termasyhur dalam kesusastraan, ilmu pengetahuan, dan seni. Di antara sarjana-sarjana yang menonjol di istananya ada Alcuin of York, pemimpin sekolah istana. Pengetahuan akan dunia latin diperbarui dan buku-buku disalin menggunakan Carolingian Minuscule, naskah yang pertama kali memakai huruf-huruf besar dan kecil, tanda baca, dan spasi. Beberapa bulan setelah memahkotai putra satu-satunya yang masih hidup, Louis yang Saleh sebagai calon penggantinya, raja yang tua itu meninggal dunia di tahun 814 M.

Sumber : http://ad1nata.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s