Vending Mesin Digital


Biasanya vending mesin langsung menampakkan barang yg dijual kepada pelanggan. Kali ini sedikit beda, di depannya ada monitor seukuran kulkas yg berupa touch screen dan bisa berfungsi sebagai layar iklan. Di belakangnya barulah berisi merchandise yg ditawarkan. Barang-barang standar vending mesin seperti snack, coklat, softdrink dll. Sedangkan disamping kanannya ada mesin untuk membuat kopi.

Usut punya usut, ternyata idenya adalah ingin memperbesar pendapatan dari iklan. Jadi mengawinkan vending mechine dengan indoor billboard yang interaktif dan animated. Ini baru menarik. Jadi margin penjualan barang konsumen yg memang tipis itu bisa diperbesar dgn pendapatan dari iklan yg memang menggiurkan.

National Automatic Merchandising Association [NAMA] baru baru ini meluncurkan mesin vending mesin yg diletakkan di Capitol Hill, namanya Dijitouch. Karena letaknya strategis, kontan saja segera menjadi buah bibir. Tak kurang NBC, Washington Post, dan BusinessWeek turut memberitakannya. Ada yg bilang mirip iPad, ada juga yg bilang iPad bisa segede ini ya.

Dijitouch dibuat atas kerjasama Kraft, Crane Co [mekaniknya], dan Samsung yang mengambil konsep ramah lingkungan dengan menggunakan lampu LED sebagai light display dan box anti bocor demi menghemat listrik untuk pendingin/cooler. NAMA menyampaikan bahwa setelah lebih dari 30 tahun, vending mesin tidak mengalami perubahan berarti, namun sudah saatnya mengambil trend teknologi terbaru di bidang retail.

Satu lagi yg menarik dari konsep vending mesin ini adalah adanya informasi di setiap barang yg didisplay mengenai kandungan kalori, nutrisi, ingredient information, dll. Jadi seiring sentimen hidup sehat, mungkin bagi pembeli yg  sedang diet bisa memilih barang yg lebih healthy-friendly.

Saat ini jumlah vending mesin di Amerika ada sekitar 7 juta unit. Mungkin kalau di Indonesia konsep vending mesin ini bisa digabungkan dalam unit yg sama dengan ATM. Di Amerika beberapa vendor vending mesin telah menggunakan kartu kredit processing dan kartu ATM sebagai media pembayarannya sehingga lebih aman thd uang palsu.

Sumber: http://tech19.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s