Sejarah SMS


Short Message Service atau yang lebih dikenal dengan SMS sudah sangat familiar ditelinga kita beberapa tahun yang lalu. SMS boleh dibilang sudah menjadi kebutuhan dasar pengguna telepon seluler (ponsel), bahkan mampu mengalahkan layanan voice atau komunikasi yang menggunakan suara.

SMS (Short Message Service) adalah pesan pendek dalam bentuk teks yang hidup berkembang dalam dunia telekomunikasi seluler. Sekilas fasilitas ini tidak jauh beda dengan layanan pesan teks dari perangkat sebelumnya, yaitu pager yang kini sudah menjadi baranglangka, bahkan sudah mendekati kepunahan.

Sejarah SMS muncul pada Desember 1992. Pesan itu dikirim dari sebuah komputer ke sebuah telepon seluler dalam jaringan GSM milik operator seluler Vodafone di Inggris. Menjelang umurnya yang ke 16 tahun, SMS semakin banyak digunakan oleh pelanggan dari berbagai kalangan. Mulai dari anak- anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar hingga para orang tua yang sudah mulai lanjut.

Pengguna telpon seluler, bahkan kini mereka yang menggunakan layanan berbasis CDMA, tak akan pernah lupa menanyakan layanan SMS sebelum membeli suatu jenis layanan telpon seluler. Jika di dunia ini ada sekitar 1,4 milliar manusia menggunakan layanan telpon selular, maka sekitar 85% dari jumlah itulah manusia yang setiap hari menggunakan SMS. Sungguh pesat sekali perkembangannya sampai saat ini.

Di Indonesia sendiri para pengguna SMS sudah mencapai 75juta pelanggan selular yang tidak lain para penggunanya memanfaatkan fasilitas SMS yang sudah tersedia di setiap para pengguna telephone selular, dengan asumsi jumlah pelanggan maka sms akan menyumbangkan sekitar 7,5M namun itu belum total keseluruhan karena setiap pelanggan jarang sekali melakukan SMS satu kali pengiriman. Terutama para generasi muda saat ini yang sudah semakin gemar dengan dunia SMS, dengan berbagai macam promo-promo yang dilakukan para provider telekomunikasi saat ini untuk marih keuntungan yang besar dari layanan SMS tersebut.

Selama 16tahun SMS menjadi sarana komunikasi teks, semakin cepat inovasi yang berkembang. Ada banyak jenis pesan teks, panjang karakter, dan berbagai bentuk layanan tambahan seperti gambar dan kode-kode komunikasi di dalamnya. Hasil penemuan inovatif yang paling menonjol adalah layanan pesan yang dimodifikasi dari segi konten (media) atau metode.

Dari segi konten, kita disuguhi dengan pesan yang tidak saja berisi teks namun dapat disisipkan di dalamnya gambar dan suara, atau lebih dikenal dengan MMS (Multimedia Message Service). Sedangkan perkembangan pesan teks dari segi metode, kini ada layanan pesan e-mail SMS, layanan obrolan (Chat), dan layanan sejenis Walkie Talkie (Push to Talk), dan berbagai macam metode lainnya tergantung setiap ponsel yang digunakan oleh si pemakai. Semakin banyak fasilitas yang ingin digunakan maka akan semakin besar pula biaya yang digunakan untuk membeli ponsel yang mendukung fiture tersebut.

Namun, bagi sebagian kalangan, mahalnya harga untuk perangkat dan biaya berlangganan bukan hambatan demi sebuah kelancaran komunikasi. Layanan SMS yang dilengkapi buku alamat dan memuat puluhan hingga ratusan catatan (entry) serta kemampuan menangkap berita dan informasi, telah menjadi semacam fitur “pribadi” terbukti tetap digemari jutaan pengguna.

SMS misalnya, dapat diaktifkan pada saat waktu tertentu. Seorang pengguna dapat memilih SMS agar tidak berbunyi sewaktu mengikuti kuliah, seorang ayah menjadi kian dekat dengan putranya yang duduk di sekolah dasar. Dengan fasilitas ini pula, anak-anak sekarang kian dimanjakan. Tak jarang, saking efektifnya ber-SMS, saat ujian sekolah berlangsung, mereka dengan mudah mengirim pesan tukar jawab soal-soal ujian kepada teman-temannya.

Sebagai media berita atau informasi, melalu SMS kita dapat memperoleh berita online, informasi saham, cuaca, hiburan dan sebagainya setiap saat. Dengan kata lain, SMS kini kian popular dalam komunikasi teks. Hampir dalam setiap bidang, ruang dan waktu, SMS menjadi media efektif dan praktis.

Tidak heran jika salah satu perkembangan melek baca di era modern-sebagaimana yang terjadi di Eropa semenjak 20 tahun lalu-disebabkan oleh komunikasi teks, terutama komputer dan SMS. Bahkan gejala yang akhir-akhir nampak terlihat adalan kecenderungan anak-anak yang lebih menyukai komunikasi melalui pesan teks daripada berbicara lewat telepon.

Karena mulai terbiasanya masyarakat dunia menggunakan SMS, hasil survei menyebutkan bahwa 95% pesan teks dikirim dalam 10 detik. Selain itu disebutkan, sebanyak 55% pengguna ponsel di seluruh dunia yang menggunakan SMS lebih dari sekali dalam sehari, adalah kaum muda yang berusia sekitar 17 tahun atau lebih muda.

Ketika pertama kali sms ada banyak orang sudah memprediksi bahwa sms akan menjadi sebuah mesin roket bagi industri selular pada waktu. Dan hal itu tidaklah salah jika melihat perkembangan sms hingga saat ini yang sudah sangat digemari oleh banyak kalangan, mulai dari anak muda hingga para orang tua.

SMS sebagai pelayanan konsumen berkembang sangat cepat tanpa harus berhubungan dengan kenaikan harga, bahkan cenderung mengalami penurunan harga dalam biaya yang akan mengarah pada peningkatan penggunaan. Harga SMS itu sendiri bertahan stabil karena jaringan memiliki kesulitan menangani pesan-pesan yang dikirim dan tertantang untuk tidak menurunkan harga.

Huruf-huruf baru muncul karena pesan SMS membutuhkan waktu lama untuk dimasukkan dan cukup mengganggu karena orang ingin menuliskan banyak hal didalamnya. Singkatan seperti “TTDJ” untuk “hati hati di jalan” atau bahkan “LUSM” untuk “Love You So Much” yang banyak digunakan untuk menghemat waktu. Atau bahkan penggunaan kode seperti “:) ; :P ; :0” untuk mengurangi karakter dan untuk menunjukkan emosi menjadi sangat populer bagi kalangan muda saat ini.
Tepat kiranya, jika layanan SMS ini disebuat sebagai media publik yang populis. Sebab, SMS tidak hanya merambah dalam komunikasi ruang pribadi melainkan untuk sarana bisnis dan komunikasi yang sifatnya sosial.

Berbagai acara kuis dengan tarif yang mahal misalnya, ternyata mampu menyedot para peserta. Dari sini pula para penyelenggara kuis mendapat keuntungan besar. Demikian juga dalam kegiatan sosial, suatu lembaga amal bisa bekerja sama dengan operator selular untuk mengumpulkan dana dengan pesan SMS.

Melihat prospek yang cukup pesat inilah, maka operator jaringan berusaha menetapkan biaya SMS tertentu untuk operator tertentu pula, ada operator yang memberikan layanan gratis SMS sebanyak 10X jika si pengguna mengirim sms sebanyak 10x, atau si pengguna membeli pulsa 10.000 akan mendapatkan gratis sms 10x setiap harinya untuk sesama operator, bahkan ada pula yang menerapkan gratis sms untuk sesama operator.

Cukup banyak cara digunakan oleh operator jaringan dalam mendapatkan pelanggan yang besar terutama dikalangan muda, dengan cara ini operator berharap pelanggan bisa beralih dari kartu seluler lain ke seluler sejenis yang digunakan para pelanggan.
Ke depan, saluran komunikasi semakin kompetitif dan beragam jenis. Layanan SMS dengan berbagai inovasi dan kemurahan akan menjadi perhatian para pelanggan, terutama calon pelanggan baru. Layanan SMS yang tepat waktu, baik saat mengirim maupun menerima, serta tarif murah akan menjadi primadona pelanggan.So…. sapa yang mampu meraih peminat banyak dialah yang akan menguasai pangsa pasar besar terutama di Indonesia yang penduduknya sekitar 250juta.

Sumber : http://mypulsa01.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s